SCROLL
2
1 / 9

Manten Kucing

Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung

Tradisi unik dan menarik yang dilestarikan masyarakat di Tulungagung. Upacara ini biasanya digelar untuk “menikahkan” kucing, sebagai simbol rasa syukur, doa keselamatan, dan keberuntungan bagi pemiliknya. Tradisi ini memadukan unsur budaya lokal, humor, dan nilai spiritual, sehingga meskipun tampak lucu, memiliki makna kultural yang dalam bagi komunitas setempat.

Selain menjadi bagian dari tradisi, Upacara Manten Kucing juga menarik minat wisatawan dan peneliti budaya karena keunikannya. Acara ini sering menjadi momen berkumpulnya warga, menghadirkan suasana meriah dan interaktif, serta menunjukkan kreativitas masyarakat Tulungagung dalam melestarikan adat yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari.

Timeline

  1. Asal mula tradisi Manten Kucing

    Tradisi ini sudah dikenal sejak masa lampau di pedesaan Tulungagung sebagai ritual meminta hujan. Seekor kucing dimandikan secara simbolik sambil diarak keliling desa dengan iringan doa dan tembang tradisional.

  2. Ritual masih rutin dilakukan saat musim kemarau

    Masyarakat desa melakukan Manten Kucing setiap kali terjadi kemarau panjang, sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar segera turun hujan untuk pertanian mereka.

  3. Mulai dikenal secara luas di berbagai daerah

    Tradisi Manten Kucing mulai menarik perhatian peneliti dan budayawan karena keunikannya dalam memadukan unsur kepercayaan lokal dan nilai simbolik keseimbangan alam.

  4. Dimasukkan dalam agenda kegiatan budaya lokal

    Beberapa desa di Tulungagung dan sekitarnya mulai menjadikan ritual Manten Kucing sebagai bagian dari acara bersih desa dan kegiatan pelestarian budaya.

  5. Pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda

    Dinas Kebudayaan Tulungagung mengusulkan tradisi Manten Kucing ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda daerah karena nilai simbolik dan filosofinya yang kuat dalam pelestarian alam.

Conservation

Status:
Warisan Budaya
Public Access:
Terbuka untuk umum
Annual Event:
Dilaksanakan saat musim kemarau panjang
Managing Authority:
Pemerintah desa bersama Disbudpar dan masyarakat adat
Feature Type:
Ritual Tradisional / Upacara Permohonan Hujan
Ecosytem:
Budaya agraris pedesaan
Conservation Threat:
Perubahan pola kepercayaan masyarakat, penurunan partisipasi generasi muda, dan potensi salah tafsir terhadap makna ritual

Public Facilities

Area Parkir Sementara
Prosesi Manten Kucing
Area Prosesi Budaya
Papan Informasi Upacara
Tempat Sesaji
Spot Dokumentasi Budaya
Akses Jalan Desa

Related Geosites

Ulur - Ulur Telaga Buret

Tradisi unik yang digelar masyarakat sekitar Telaga Buret sebagai bentuk syukur dan doa untuk keselamatan, kesuburan, serta kelestarian alam sekitar. Dalam upacara ini, masyarakat melakukan ritual sim

Jamasan Kyai Upas

Tradisi budaya dan keagamaan di Tulungagung yang berkaitan dengan ritual pembersihan atau perawatan keris pusaka “Kyai Upas.” Ritual ini biasanya dilakukan oleh masyarakat setempat atau kerabat kerato