Pada tahun 2014 hingga 2016 Kabupaten Tulungagung melakukan kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman dan Pemanis (BALITTAS) Malang untuk melakukan pemuliaan varietas tembakau yang ada di Tulungagung. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh 6 varietas tembakau dengan varietas Gagang Rejeb sebagai unggulan. Keenam varietas tembakau penelitian tersebut telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian sebagai varietas tembakau lokal Tulungagung. Bibit tembakau varietas Gagang Rejeb Sidi yang dibudidayakan di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Varietas ini bisa menghasilkan 1,7 ton per hektar sehingga ini banyak diburu petani dari lokal Tulungagung dan daerah di luar Tulungagung.
Tembakau Gagang Rejeb Sidi
Ds. Tawing Kec. Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
Timeline
Awal pengembangan tembakau di Sidi
Penduduk lokal mulai menanam tembakau di wilayah Sidi sebagai komoditas pertanian utama, khususnya varietas unggul yang dikenal sebagai Tembakau Gagang Rejek.
Peningkatan produksi tembakau
Para petani mulai mengembangkan teknik tanam dan pengolahan tembakau untuk memenuhi kebutuhan industri rokok lokal dan regional.
Pengakuan kualitas tembakau
Tembakau Gagang Rejek mulai dikenal karena kualitas daun yang bagus, menghasilkan aroma dan tekstur yang diminati pabrikan rokok tradisional dan modern.
Diversifikasi agrowisata
Beberapa lahan tembakau mulai dibuka untuk wisata edukasi pertanian, pengunjung dapat melihat proses penanaman, pengeringan, dan pemanenan tembakau.
Pengembangan agrowisata dan promosi lokal
Dinas Pariwisata Tulungagung dan komunitas petani mempromosikan Tembakau Gagang Rejek sebagai agrowisata edukatif untuk wisatawan lokal dan nasional.







