SCROLL
18
1 / 3

Morfostruktur Gunung Pegat

Bentang alam  lokasi ini merupakan perbukitan batugamping memanjang yang kemudian bagian tengahnya terpotong oleh sesar. Proses erosi kemudian membentuk suatu ngarai sempit yang merupakan kompleks batugamping tertutup dengan berbagai bentukan eksokarst seperti menara batugamping, gua batugamping, ceruk batugamping dan sungai. Selain itu juga terdapat air terjun dan kelurusan mata ir yang berasosiasi dengan patahan geologi. Morfostruktur Gunung Pegat berada di Desa Sawo, Kec. Campurdarat, Kab. Tulungagung. Batuan pada lokasi ini terbentuk dari berbagai jenis batugamping yang telah mengalami diagenesia lanjut yang merupakan bagian dari Formasi Campurdarat yang berumur Miosen Awal, antara lain : batugamping pasiran hingga batugamping yang terdiri dari lumpur-lumpur karbonat dan batugamping sedikit pasiran (packstone – grainstone). Pada batuan ini terdapat kandunagan Fosil berupa : Foraminifera besar : Miogypsina sp., Pseudorotalia sp., Amphistegina sp., Quinqueloculina sp., rotaliid, biseral. Koral, ganggang hijau.

Morfostruktur Gunung Pegat mempunyai nilai tinggi karena mengandung bentang alam khusus dan tatanan geologi berupa kompleks batugamping dengan berbagai macam bentuk eksokarstnya. Geosite ini juga memiliki nilai penting yang beragam, dari aspek ilmiah, sebagai rekaman proses pembentukan, pengangkatan, diagenesa dan erosi dari batugamping Formasi Campurdarat. Dari aspek estetika, memperlihatkan keindahan dan keunikan bentukan alam terutama bentukan eksokarst. Lokasi ini juga dapat mendukung rekreasi di Desa Sawo, Gunung Pegat. Selain itu, lokasi ini mempunyai fungsi sebagai pendukung ekologi karena sifatnya yang relatif tertutup (kuldesak) sehingga dapat melindungi ekosistem yang berada didalamnya

Timeline

  1. Identifikasi awal morfologi terbelah di Gunung Pegat

    Peneliti geologi lokal mencatat adanya bentuk morfologi unik berupa bukit yang terbelah dua di kawasan selatan Tulungagung, kemudian dikenal dengan nama Gunung Pegat.

  2. Kajian struktur geologi awal oleh universitas

    Mahasiswa dan dosen geologi dari beberapa universitas di Jawa Timur melakukan pemetaan awal terhadap sesar dan lipatan di sekitar Gunung Pegat untuk memahami proses tektoniknya.

  3. Masuk dalam daftar lokasi geologi unik Tulungagung

    Bappeda Tulungagung memasukkan Gunung Pegat sebagai salah satu lokasi dengan bentuk morfologi struktural unik dalam inventarisasi potensi warisan geologi.

  4. Survei struktur dan tektonik regional

    Tim dari Badan Geologi melakukan survei struktur regional di zona selatan Tulungagung dan menyebut Gunung Pegat sebagai bukti aktivitas sesar yang masih berpengaruh terhadap bentang alam setempat.

  5. Diusulkan sebagai geosite morfostruktur aktif

    Gunung Pegat diusulkan sebagai geosite bertema morfostruktur aktif karena bentuknya yang mencerminkan proses tektonik dan gaya endogen yang masih dapat diamati di lapangan.

Conservation

Status:
Calon Geosite Geopark Nasional
Public Access:
Terbuka untuk umum
Daily Visits:
25
Managing Authority:
Bappeda Tulungagung
Feature Type:
Morfostruktur Tektonik
Ecosytem:
daratan perbukitan
Conservation Threat:
Aktivitas penambangan liar, erosi lahan

Public Facilities

Area Parkir Terbatas
Akses Jalan Sulit
Kawasan Morfostruktur
Spot Foto Geologi
Papan Informasi Geologi
Area Alam Terbuka

Related Geosites

Stok Diorit Gunung Tanggul

Lokasi ini membentuk morfologi bukit terisolir yang menjulang, Gunung Tanggul melampar meliputi dua wilayah desa, yaitu Desa Besuki dan Desa Keboireng, Kec. Besuki, Kab. Tulungagung. Lokasi singkapan

Gunung Api Purba Gunung Budeg

Gunung Purba Budeg memiliki keunikan morfografi sebagai bukit yang terletak di tengah-tengah perkotaan, memberikan nilai tersendiri dalam penelitian geologi terkait tahapan pembentukan dan sejarahnya.

Endapan Letusan Gunung Blejed

Bentang alam  lokasi ini merupakan perbukitan hasil erosi sisa tubuh Gunung Api Purba Budeg yang kemudian membentuk bukit cuesta yang khas dari hasial material endapan. Endapan Letusan Gunung Api Purb