SCROLL
13
1 / 2

Gua Geoarkeologi Song Gentong

Besole, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

Goa Arkeologi Song Gentong mempunyai nilai tinggi dari aspek bentang alam dan proses-proses pembentukannya yang mencakup proses internal dan eksternal. Batuan di lokasi ini berupa batu gamping massif yang telah mengalami diagenesis lanjut menjadi marmer. Dari aspek ilmiah, Goa Arkeologi Song Gentong merupakan rekaman dan bukti dari pengendapan, pengangkatan, dan diagenesis batu gamping Formasi Campurdarat, yang kemudian disusul dengan proses pengikisan hingga membentuk menara (tower) dan ceruk. Lokasi ini merupakan menara batugamping kembar, di mana masing-masing menara terdapat gua. Selain itu, Goa Arkeologi Song Gentong menyimpan bukti kehidupan manusia purba yang berumur 7000 hingga 5000 tahun yang lalu, berupa alat batu, tulang, ornamen dari cangkang moluska, dan tembikar yang telah dimuat dalam konferensi dan publikasi internasional (Marliac dan Simanjuntak, 1995). Dari aspek estetika, goa ini menampilkan keunikan bentang alamnya yang berupa menara batu gamping yang mempesona, menambah nilai daya tarik bagi pengunjung dan peneliti. Dengan kombinasi nilai ilmiah, arkeologi, dan estetika, Goa Arkeologi Song Gentong tidak hanya berfungsi sebagai situs penelitian dan pendidikan, tetapi juga sebagai destinasi geowisata yang penting.

Timeline

  1. Penemuan awal gua oleh warga sekitar

    Warga Desa Junjung menemukan sebuah gua batu gamping besar dengan lorong berliku yang kemudian dikenal sebagai Song Gentong.

  2. Mulai dilakukan survei geologi dan arkeologi

    Tim lokal bersama akademisi melakukan identifikasi awal terhadap potensi geologi dan arkeologi gua Song Gentong.

  3. Pengembangan kawasan wisata alam

    Pemerintah desa dan masyarakat setempat membuka akses jalan dan menata jalur masuk ke gua sebagai destinasi wisata minat khusus.

  4. Ditetapkan sebagai salah satu geosite

    Song Gentong diidentifikasi memiliki nilai geologi dan arkeologi penting sebagai bagian dari sistem karst Tulungagung bagian barat.

  5. Peningkatan konservasi dan edukasi kawasan

    Dilakukan pembersihan area gua, penambahan penerangan alami, serta penataan papan interpretasi untuk edukasi geowisata.

Conservation

Status:
Dalam Usulan Geopark Nasional
Public Access:
Active
Daily Visits:
25
Managing Authority:
Pemerintah Desa Junjung dan Pokdarwis setempat
Feature Type:
Gua batu gamping
Geological Age:
Miosen Akhir
Ecosytem:
Gua karst dengan kelembapan tinggi
Threat:
Kerusakan dinding akibat vandalisme dan pencemaran sampah pengunjung

Public Facilities

Area Parkir Terbatas
Akses Jalan Sulit
Mulut Gua Alami
Jalur Susur Gua
Spot Foto Alam
Papan Informasi
Area Alam Terbuka